P&G Health Mempertemukan Para Pakar Kesehatan Terkemuka untuk Mengatasi Masalah Global Anemia Akibat Defisiensi Zat Besi

P&G Health, divisi layanan kesehatan dari The Procter & Gamble Company, pada hari Sabtu (31/10) lalu menyelenggarakan peluncuran ‘P&G Blood Health Forum’, sebuah acara untuk berbagi ilmu kedokteran yang dilakukan secara virtual dan dihadiri oleh para pakar internasional yang bertujuan untuk menangani tantangan kesehatan masyarakat di seluruh dunia akibat anemia.

Penyakit anemia atau awam menyebutnya dengan ‘kurang darah’ merupakan kondisi ketika jumlah sel darah merah lebih rendah dari jumlah normal. Untuk diketahui, saat ini sekitar 2,3 miliar orang menderita anemia dimana satu dari dua penderita mengidap anemia karena defisiensi zat besi (IDA). Gejala-gejala seperti sering kelelahan, pusing, pucat, dan gangguan kekebalan tubuh kerap dialami sehingga memengaruhi kualitas hidup dan produktivitas penderita.

Asia Tenggara dan Afrika memiliki tingkat prevalensi anemia tertinggi yang mewakili 85 persen dari kasus yang dilaporkan secara global. Di Indonesia sendiri, menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskedas) 2018, ada peningkatan prevalensi anemia sebesar 38,5% pada kelompok usia 0-59 bulan; 32% peningkatan pada kelompok usia 15-24 tahun; 27,2% pada wanita; dan 48,9% pada wanita hamil. Tentu, ini tak boleh dipandang sepele!

P&G Blood Health Forum digelar secara virtual di 7 negara Asia dan dihadiri lebih dari 2,500 peserta termasuk 600 dari Indonesia serta dihadiri oleh para pakar kesehatan terkemuka, Sabtu (31/10)

Diadakan secara virtual di tujuh negara Asia, sesi pembukaan tahun ini bertema ‘Mengutamakan kesehatan darah melalui diagnosis dini dan pengelolaan defisiensi zat besi dan mikronutrien’. Topik-topik ini juga dikaitkan dengan pandemi SARs-COV-2 yang saat ini terjadi di seluruh dunia. Berdasarkan penelitian terbaru yang menyelidiki potensi peran sel darah merah dan homeostasis besi dalam penanganan klinis COVID-19, forum ini menghadirkan berbagai perkembangan terkait pertimbangan fisiologis dan klinis dalam penerapan manajemen pasien di era new normal.

Adapun pembicara terkemuka yang hadir dalam forum  ‘P&G Blood Health Forum’ tersebut antara lain: Prof. Dr. Zulfiqar A. Bhutta, Robert Harding Inaugural Chair in Global Child Health, Hospital for Sick Children and Co-Director of the SickKids Centre for Global Child Health (Kanada), Dr. Michael Low, Consultant Haematologist, Monash Medical Centre (Australia) dan Prof. Dr. Michael Zimmermann, Professor of Human Nutrition di Department of Health Sciences and Technology, ETH Zürich (Swiss).

Prof. Dr. Michael B. Zimmermann

“Anemia adalah risiko kesehatan yang sangat memengaruhi kelompok masyarakat yang paling rentan yaitu perempuan dan anak-anak. Melalui P&G Blood Health Forum, kami menyambut para pakar terkemuka bidang anemia, fisiologi zat besi, dan kesehatan gizi untuk bertukar wawasan dan bekerja sama dalam mengatasi permasalahan kesehatan anemia secara global. Dengan menyediakan platform untuk pertukaran berbagai penelitian ilmiah dan wawasan klinis, kami berharap dapat meningkatkan pengetahuan mengenai pendekatan dan metode yang efektif untuk menangani anemia,” ungkap Aalok Agrawal, Senior Vice President, P&G HealthAsia Pacific, Middle East and Africa.

Walaupun terdapat cukup bukti mengenai beban yang ditimbulkan dan epidemiologi mengenai anemia dan defisiensi zat besi pada anak-anak dan wanita usia subur di berbagai belahan dunia, penanganan secara strategis masih sangat lambat dan berdampak dengan hilangnya sumber daya manusia secara signifikan. Hal tersebut dipaparkan oleh Prof. Dr. Zulfiqar A. Bhutta, Robert Harding Inaugural Chair in Global Child Health, Hospital for Sick Children and Co-Director of the SickKids Centre for Global Child Health (Kanada).

Prof. Dr. Zulfiqar A. Bhutta menjelaskan prevalensi penderita anemia dari kalangan perempuan usia produktif

Tantangan tersebut, katanya, diperparah dengan pandemi COVID-19 dan berbagai konsekuensi ekonomi yang terjadi. Untuk itulah, detekni dini anemia secara menyeluruh dan penanganan yang tepat harus menjadi prioritas global.

 Sebagai bagian dari inisiatif ini, P&G Health juga mengumumkan kemitraan strategis dengan Asia & Oceania Federation of Obstetrics & Gynecology (AOFOG) yang akan bekerja sama untuk menghasilkan berbagai inisiatif bagi kesehatan masyarakat. Ini mencakup serangkaian sesi virtual ‘Blood Health Forum’ dalam berbagai topik yang dirancang untuk mengedukasi, meningkatkan kesadaran, dan pada akhirnya untuk dapat memberikan rekomendasi terbaik bagi pasien untuk memastikan managemen/penanganan yang lebih baik.

Forum ini dihadiri oleh lebih dari 2.500 peserta dari seluruh sektor layanan kesehatan Asia termasuk 600 dari Indonesia. Peserta yang terlibat dalam forum ini terdiri dari spesialis terapeutik seperti dokter kandungan dan ginekolog, dokter spesialis anak, dokter umum, dan ahli hematologi.

Dr. Murti Andriastuti, Sp.A (K) mengatakan, “Anemia akibat defisiensi zat besi  adalah salah satu dari masalah kesehatan utama di dunia. P&G Blood Health Forum merupakan sebuah platform yang sangat baik yang menghubungkan para tenaga kesehatan di seluruh Asia dengan para ahli internasional terkemuka untuk membahas penanganan terbaik bagi  anemia yang disebabkan oleh defisiensi zat besi yang mana hal tersebut sangat penting untuk menciptakan masa depan anak yang lebih baik.”

P&G Blood Health Forum 2020 merupakan P&G Health’s International Convention  yang ke-2 mengenai  Iron Deficiency and Anemia. Program ini merupakan bagian dari upaya P&G Health yang berkelanjutan yang memungkinkan masyarakat memiliki umur yang lebih panjang, lebih sehat dan lebih baik.

Foto: Ist

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *