JAKARTA, majalahjustforkids.com – Bicara tentang ilmuwan terkenal sepanjang masa, nama Albert Einstein langsung muncul di pikiran kita. Fisikawan jenius tersebut ternyata menemukan berbagai teori penting bagi ilmu pengetahuan melalui berbagai eksperimen sains. Nah, memperkenalkan sains pada anak-anak sejak dini, sangat banyak manfaatnya. Bagaimana tidak, sains merupakan salah satu stimulasi yang baik bagi tumbuh kembang anak.

Ahhh, tapi sains itu kaku, rumit dan membosankan! Eits, tenang dulu. Memang, orang selalu beranggapan kalau belajar ilmu pengetahuan atau sains (science) identik dengan rumus-rumus dan teori yang membingungkan. Jangan khawatir, belajar sains juga bisa jadi menyenangkan, kok!

Belajar Sains Secara Menyenangkan

Seperti yang ditemukan di Einstein Science Project (ESP). Di sini, anak-anak usia 3 – 12 tahun dapat belajar dan melakukan eksperimen sains dengan cara yang menyenangkan. Bukan tidak mungkin, fisikawan terbesar selanjutnya akan berasal dari anak-anak Indonesia yang sudah terbiasa melakukan eksperimen sains. Wah!

Sebenarnya, sains terlibat hampir di semua kegiatan kita sehari-hari, mulai dari memasak, bermain, berkendara sampai bernafas. Sekitar kita pun, tak luput dari sains, contohnya mengapa langit berwarna biru, mengapa ada hujan, mengapa lift bisa naik turun, dan sebagainya. Memahami semua hal tersebut, melalui percobaan ilmiah sederhana, pasti akan menciptakan rasa ingin tahu dan ketertarikan anak untuk mengeksplorasi lebih jauh lagi.

Seperti yang diungkapkan oleh Psikolog Anak dari Lembaga Terapan Psikologi UI, Ibu Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi. “Ada beberapa aspek dalam tumbuh kembang anak, yaitu fisik (motorik), intelektual (kognitif), bahasa dan sosial emosi. Aspek-aspek tersebut perlu didukung dengan berbagai stimulasi yang baik agar tumbuh kembang anak menjadi maksimal. Salah satu bentuk stimulasinya adalah eksperimen sains,” ujarnya.

Mengembangkan Rasa Ingin Tahu Anak

Nah, melalui eksperimen sains, ujar Ibu Vera, dapat membantu mengembangkan rasa ingin tahu, pemikiran kritis dan kemauan belajar anak. “Selain itu, anak juga dapat belajar urutan, sistematisasi dan aturan. Ini penting bagi anak agar dapat menyampaikan urutan peristiwa, sebab-akibat dan memahami arahan orangtua dengan baik. Eksperimen sains juga memberi kesempatan untuk experiential learning & discovery learning pada anak.  Belajar secara langsung/praktik dan menemukan hal-hal baru dalam eksperimen menjadi aktivitas belajar yang menyenangkan bagi anak,” imbuhnya.

Hadir Secara Online dan Offline

Belajar sains secara menyenangkan bersama ahlinya, bisa ditemui di Einstein Science Project (ESP). Meskipun baru berdiri sejak Mei 2021 lalu, ESP sudah menjangkau banyak sekali anak-anak dari seluruh Indonesia melalui sistem pembelajaran online. Dan kabar baiknya lagi, kini Einstein Science Project telah hadir juga secara offline di Promenade 20, Jln. Bangka Raya, Jakarta Selatan.

(kiri – kanan) Ni Nengah Kristanti, M.I.P – Manager Operasional Einstein Science Project, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi. – Psikolog Anak dari Lembaga Terapan Psikologi UI, Sarah Hutauruk, MBA, Founder/Director Einstein Science Project, dalam acara Media Science Gathering Bersama ESP di Jakarta, Kamis (4/8/22)

Ibu Sarah Hutauruk, MBA, Founder/Director Einstein Science Project, mengatakan bahwa ESP hadir untuk membantu memperkenalkan sains secara menyenangkan ke[pada anak-anak, dan membuat anak-anak jadi mencintai ilmu sains dengan cara yang menyenangkan.

“ESP hadir dengan metode hands-on learning/pengalaman praktik secara langsung. Sebagai penyedia pengalaman eksperimen science interaktif dan menyenangkan, yang diperuntukkan bagi anak usia 3 -12 tahun, kami menyadari pentingnya aktivitas yang disesuaikan dengan tahapan usia perkembangan anak. Oleh karena itu, kami memiliki menyediakan berbagai macam eksperimen sains yang kami rekomendasikan sesuai dengan usia/level kelas anak. Harapan kami, ESP dapat menjadi learning partner bagi anak dan orangtua,” katanya.

“Selama ini kami hadir secara online dan menjangkau banyak anak-anak dari seluruh Indonesia. Dan kini seiring pandemi semakin membaik, ESP hadir pula secara offline sehingga anak-anak bisa langsung bereksperimen sains didampingi oleh Kakak-kakak Fasilitator berpengalaman yang merupakan lulusan Sarjana Pendidikan Sains,” ucap Ibu Sarah.

Wah, seru, ya! Akan tambah seru lagi jika langsung mengunjungi Einstein Science Project. Apalagi desain interiornya sungguh disesuaikan dengan dunia anak-anak yang ceria. Kalian akan menemukan berbagai gambar menarik di dindingnya, misalnya saja aneka planet yang ada di tata surya.

Kelas dan Program ESP

Manager Operasional Einstein Science Project – Ni Nengah Kristanti, M.I.P mengatakan, “Area eksperimen ESP terdiri dari Sensory Corner yaitu area bermain dan eksplolasi sensori untuk anak yang berada di lantai 2.  Area terdiri dari meja sensori berisi mainan edukasi berupa pasir kinetic, busy board, magic straw dan lego. Messy Play and Chemical Experiment yaitu area mencoba eksperimen-eksperimen bertema chemical. Meja belajar yaitu area kelas untuk melakukan eksperimen hands-on serta mecoba berbagai peralatan lab sains seperti mikroskop dan kelengkapannya. Anak-anak dari usia 3-12 tahun direkomendasikan untuk mencoba seluruh peralatan di lab sains ESP, tetapi tentu dengan bimbingan dari tim fasilitator Lab ESP,” ujar Kak Kristanti.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa durasi kelas untuk 1 eksperimen adalah 60 menit dan 2 eksperimen membutuhkan waktu 90 menit. “Anak-anak dapat memilih aktivitasnya sesuai dengan usia dan waktu yang mereka inginkan. Einstein Science Project memberikan beragam program untuk orangtua dan anak, antara lain Enrichment Program, Private Class atau Private Event, juga program untuk sekolah seperti Science Day, Ekstra/intra-kurikuler dan Field Trip. Dengan mengikuti berbagai pilihan eksperimen, anak-anak dapat terstimulasi secara lengkap,” tutup Kak Kristanti.

Program yang dimaksud yakni Enrichment Program di Lab/Center ESP adalah program di luar jam sekolah dengan bimbingan fasilitator secara mandiri, Private Class yang merupakan kegiatan belajar sains secara privat kepada anak di baik secara online/offline, Program sekolah seperti Science day, Ekstra/Intra-kurikuler, serta Extracurricular/Intracurricular yang merupakan kegiatan yang dilakukan di luar jam sekolah (ekskul) dan di dalam pelajaran sekolah (inkul).

Wah, jadi makin nggak sabar ya bereksperimen sains, membuat gelembung dasyat contohnya. Pasti senang deh melihat reaksi yang timbul jika mencampurkan bahan-bahan seperti air, pewarna, baking soda dan sebagainya. Tentunya, dilakukan secara aman, interaktif dan menyenangkan serta didampingi oleh Fasilitator berpengalaman.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program atau kelas Einstein Science Project, orangtua bisa langsung mengunjungi situs Website: http://www.einsteinscienceproject.com/

Foto: Efa, Ist

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *