Bagi kalian yang sering naik taksi untuk bepergian, pasti mengenal benda ini. Ya, benda berbentuk kotak dilengkapi tombol dan layar kecil ini berada di bagian depan taksi dekat dengan bagian kemudi. Sebagai penumpang, Kita diwajibkan membayar ongkos sesuai dengan yang tertera di layar. Nama alat penghitung ongkos taksi tersebut adalah argometer. Argometer biasanya diletakkan di bagian dashboard taksi tepatnya di tengah-tengah. Sehingga pengemudi taksi dan penumpang bisa melihat dengan jelas angka yang tertera di argometer.

Tiga Cara Perhitungan Argometer

Penasaran dengan cara kerja argometer yang bisa menghitung ongkos taksi?! Sebenarnya ada 3 dasar argometer saat menghitung ongkos taksi.

  1. Flagfall (rit). Biaya ini merupakan biaya pertama kali kita membuka pintu. Orang-orang sering menyebutnya harga buka pintu. Biayanya berkisar Rp 5 ribu atau Rp 6 ribu saat kita masuk ke dalam taksi.
  2.  Biaya per km (drop). Setelah taksi berjalan, maka biaya yang diterapkan adalah Rupiah per kilometer. Biasanya biaya per km ini digunakan saat taksi melaju pada kecepatan di atas 10 km/jam. Contoh : Rp 250 per 100 meter.
  3. Biaya waktu tunggu. Nah, kalau biaya ini berlaku bukan dari per kilometer jarak yang kita tempuh. Tapi dari lamanya waktu berjalan. Biaya ini biasanya digunakan ketika kecepatan taksi di bawah 10 km/jam (macet) atau dalam keadaan berhenti (menunggu). Contoh : Rp 250 per 36 detik.

Nah, ongkos taksi yang kita bayar sesampainya di tujuan merupakan perhitungan atau gabungan dari 3 cara di atas. Biaya tersebut tergantung dari bagaimana kita menggunakan taksi, macet/tidaknya jalanan, dan jauh/dekatnya rute. (JFK/DRW Ilustrasi : JFK)

 

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *