“Huuuuu…huuuuu… aku maunya main di taman. Bosennnnn di rumah terus, pokoknya mau keluarrrrrr…!!” raungan tangis Diandra (6 tahun) memekakkan telinga penghuni rumah. Sang Mama, Viani, yang tadinya bersikeras melarang, akhirnya goyah. Ia lalu membolehkan sang putri keluar rumah selama 1 jam dengan didampingi.

Ya, walau sekarang kita sudah memasuki babak kehidupan baru (new normal) dengan beberapa kelonggaran, tetap saja protokol kesehatan tak boleh dilupakan begitu saja. Apalagi, data menunjukkan kasus infeksi positif Corona bertambah setiap hari. Per hari  ini pukul 15.00 WIB,  jumlah kasus terkonfirmasi di Indonesia sebanyak 104.432 jiwa. Di antara jumlah tersebut, 37.319 adalah kasus aktif, 62.138 dinyatakan sembuh dan 4975 meninggal.

Jangan Tunda Imunisasi untuk Batita

Diungkapkan oleh Dokter Tumbuh Kembang Anak, Dr. dr. Ahmad Suryawan, SpA (K), anak-anak utamanya usia di bawah 6 tahun, termasuk golongan yang rentan tertular virus Corona. Hal ini dibuktikan dengan kasus kematian yang cukup tinggi di kalangan bayi di bawah usia 1 tahun dan anak-anak di bawah usia 6 tahun. “Dengan mulai melonggarnya PSBB, ada kemungkinan terjadi lonjakan kasus kedua. Ditambah pada usia anak-anak, masih sulit untuk menerapkan pencegahan infeksi pada mereka, untuk itulah peran orangtua sangat dibutuhkan,” katanya pada acara diskusi daring bertajuk “Jaga Kesehatan, Gembira Belajar di Rumah, Bebas Stres” yang diselenggarakan oleh Frisian Flag Indonesia (FFI) pada Rabu (29/07).

Baca juga: Peringati HAN 2020, FFI Ajak Orangtua Jaga Kesehatan dan Kebahagiaan Anak di Rumah

Orangtua, katanya, harus membekali anak dengan asupan nutrisi yang seimbang. “Untuk usia bayi hingga 6 bulan, tentu ASI adalah yang terbaik. Kemudian di atas usia 6 bulan hingga 2 tahun, tambahkan MPASI selain ASI. Lalu saat anak berusia di atas 2 tahun, bisa diberikan makanan menu keluarga dengan gizi seimbang antara lain karbohidrat, protein, lemak, sayur dan buah, termasuk susu,” katanya.

DR. dr. Ahmad Suryawan, SpA (K), Ahli Tumbuh Kembang Anak

Ia juga menganjurkan orangtua untuk tidak menunda imunisasi dasar bagi bayi hingga usia 18 bulan. “Selama pandemi, 84 persen layanan imunisasi terganggu. Padahal imunisasi sangat penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak. Hal ini harus dicegah. Jangan tunda lagi imunisasi. Sebab jika tidak, ditakutkan kelak akan terjadi berbagai wabah penyakit lain setelah pandemi Corona ini menurun. Jadi, ibu-ibu, harus lakukan imunisasi dasar sesuai jadwal usia anak, ya?” anjurnya.

Perhatikan Ini Jika Keluar Rumah

Ya, anak-anak diperbolehkan untuk keluar rumah dalam keadaan terdesak. Misalnya mengunjungi fasilitas kesehatan seperti rumah sakit atau klinik untuk melakukan imunisasi atau dalam rangka berobat karena sakit yang tidak bisa ditangani sendiri di rumah.

“Saat ini, anjuran IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) adalah anak-anak sebaiknya diam saja di rumah. Tapi saya bingung dengan kondisi saat ini. Banyak orangtua yang khawatir dan menolak untuk anaknya kembali bersekolah biasa dan memilih tetap PJJ (pembelajaran jarak jauh), tapi kalau mengajak anaknya ikut car free day ramai-ramai di hari Minggu, nggak khawatir…” imbuhnya.

Lantas, bagaimana dengan situasi yang dialami Viani di atas, salahkah ia membiarkan anaknya ke taman bermain selama 1 jam di masa pandemi ini?

“Kalau hal itu bisa dibilang sangat mendesak, misalnya anaknya mengamuk dan menangis terus-terusan, ya tidak apa-apa, daripada nanti anaknya malah stres. Tapi dengan syarat, tetap dampingi saat anak keluar rumah, dengan catatan terapkan protokol kesehatan yang ketat. Pilih taman yang tidak banyak dikunjungi orang. Jangan lupa kenakan masker dan tambah face shield jika dirasa perlu. Selalu siapkan hand sanitizer untuk berjaga-jaga jika anak menyentuh alat-alat bermain. Setelah selesai bermain, sebaiknya cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, mandi dan ganti baju,” anjurnya.

Mengenai aktivitas anak di luar rumah, IDAI sendiri menganjurkan orangtua untuk memerhatikan hal-hal berikut selama masa pandemi Covid-19, yaitu:

  1. Anak-anak sebaiknya tetap berada di rumah
  2. Setiap orang siapapun itu (Ayah/ Ibu) yang kembali dari aktivitas di luar rumah wajib melepas dan membersihkan semua pakaian serta perangkat yang digunakan atau dibawa (alas kaki, telepin genggam, tas, jaket, kantung belanja,danlain-lain) kemudian mandi keramas sampai bersih sebelum melakukan kontak dengan anak. “Hal ini penting dilakukan sebab mayoritas anak tertular Covid-19 dari orang dewasa,” kata dr. Wawan.
  3. IDAI mengimbau orangtua dan keluarga untuk tidak membawa anak-anak ke tempat umum seperti: Taman / pusat rekreasi, pusat perbelanjaan, tempat berkumpul membentuk kerumunan seperti tempat bermain, tempat penitipan anak / kursus, dan sebagainya.
  4. Jika anak terpaksa dibawa keluar rumah dalam keadaan mendesak, maka: Anak harap selalu didampingi orangtua/pengasuhnya, anak tetap harus menjaga jarak fisik sejauh 2 meter, dan anak usia 2 – 18 tahun dan orang dewasa dianjurkan menggunakan masker. Jika dirasakan penggunaan masker tidak bisa dilakukan secara maksimal, maka dapat ditambahkan penggunaan face shield. Namun meski begitu, perlu diketahui, penggunaan masker, face shield dan alat pelindung diri lainnya tidak serta merta mencegah 100 persen infeksi Covid-19. “Perlindungan terbaik saat ini adalah mencegah pajanan infeksi dengan tetap berada di rumah,” anjurnya.

Tips Mencegah Stres pada Anak

Di luar protokol kesehatan yang diterapkan kepada anak, dr. Wawan tak lupa mengingatkan orangtua pentingnya menjaga kesehatan pikiran anak-anaknya selama masa pandemi Covid-19, terutama selama proses PJJ yang dilakukan secara daring dari rumah. Wajar jika anak merasa jenuh atau bosan. Untuk itu, ia menyarankan orangtua untuk menciptakan kegembiraan kepada anak, dengan cara:

  1. Beri anak lebih banyak perhatian selama masa pandemi
  2. Lebih banyak ajak anak bicara
  3. Dengarkan keluahan dan pendapat anak
  4. Libatkan anak berdiskusi dalam menyusun agenda
  5. Dampingi anak bermain
  6. Dampingi anak belajar, termasuk ketika pembelajaran online
  7. Beri kesempatan anak time out yang sesuai
  8. Ajak dan dampingi anak menyusun agenda rutin keseharian
  9. Tetap lakukan aktivitas fisik yang cukup
  10. Orangtua harus menjadi role model bagi anaknya dengan memperlihatkan sikap tenang, tidak menampakkan kecemasan, bersikap suportif, dan lainnya.

“Kondisi normal baru harus diwujudkan sebagai kesempatan untuk membawa anak Indonesia menjadi generasi yang lebih tangguh dalam kualitas kesehatan, pertumbuhan dan perkembangan, dengan penanaman nilai moral dan kasih sayang sejak usia dini,” tutup dr. Wawan.

(Ilustrasi: Freepik)

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *