Siapa sih yang nggak bangga disebut anak cerdas? Perlu kamu tahu, cerdas banyak macam-nya. Jadi, tidak bisa hanya dinilai berdasarkan skor IQ saja. Lemah dalam satu bidang, bukan berarti kamu nggak cerdas, Kids.

Kecerdasan, menurut Dra. A. Kasandra Putranto selaku Psikolog Klinis, banyak macamnya. Ada yang disebut kecerdasan majemuk (multiple intelligence) dan kecerdasan sosial emosional (social-emotional intelligence).

“Kecerdasan majemuk misalnya, anak cerdas di bidang matematika/logika, cerdas musikal, cerdas menganalis, cerdas dalam kemampuan berbahasa. Ada pula anak yang cerdas dalam mengatur emosi, bersosialisasi, dan sebagainya,” tutur Pendiri Kasandra & Associates itu saat ditemui di acara peluncuran kampanye #AnakcerdasItu sekaligus diskusi “Menciptakan Anak Cerdas yang Sehat” yang digelar oleh PT. Saka Farma Laboratories (Kalbe) yang memroduksi multivitamin anak Cerebrofort di Atrium Utama Mall AEON Tangerang (09/8).

Nah, berdasarkan hal di atas, Cerebrofort ingin meluruskan perihal ‘kecerdasan’ yang selama ini lekat dengan masyarakat. Biasanya orangtua menganggap kalau anak dapat nilai jelek di sekolah, ya berarti nggak cerdas. Padahal, cerdas tak melulu diukur dari kepintaran atau intelektual saja.

Mereka mengusung 4 aspek penting yang dimiliki oleh seorang anak cerdas. Yakni, anak cerdas itu sehat, peduli, kreatif dan berani.

Anak Cerdas Itu Sehat

“WHO menyebutkan, tumbuh kembang anak akan optimal bila ia sehat secara fisik dan mental. Jika sehat, tidak lesu, anak akan mampu berpikir jernih, dan fokus dalam melakukan sesuatu,” terang Ibu Kasandra.

Nah, untuk itu, dr. Claudia Anggi dari Medical Officer at Consumer Health Division Kalbe Farma, menganjurkan agar kalian menjalankan pola hidup sehat.  “Antara lain dengan mengonsumsi nutrisi yang baik, banyak bergerak atau aktif, dan pastikan pula kamu memiliki kualitas tidur yang baik dengan cukup tidur,” katanya.

Anak Cerdas Itu Berani

Tentu saja, keberanian akan menumbuhkan kepercayaan diri dan kemandirian kalian. Anak yang berani akan lebih siap menghadapi tantangan, mengambil risiko, mencoba pengalaman baru, siap menerima kegagalan, dan  tegas dalam mengambil tindakan dan keputusan.

Anak Cerdas Itu Kreatif

Wah, anak kreatif itu seringnya membuat ‘wow’ orang-orang di sekitarnya, lho! Mereka punya kemampuan berpikir dalam menemukan solusi atau memiliki sudut pandang yang baru. Anak yang kreatif akan mudah menyelesaikan masalah-masalah unik di era globalisasi dan digital ini.

Agar kalian bisa tumbuh kreatif, jangan takut untuk mencoba hal baru. Kembangkan imajinasimu seluas mungkin. Bermainlah dan bereksplorasi untuk mendapatkan pengalaman baru.

Anak Cerdas Itu Peduli

Kamu suka membantu membawakan tas Nenek yang berat, membagi baju layak pakai-mu ke panti asuhan, menolong kucing yang terjebak di got, misalnya? Punya kepedulian semacam itu adalah pertanda bahwa kamu memiliki kecerdasan sosial-emosional dan memiliki empati.

Penelitian bilang, anak yang cerdas sosial-emosional dapat menjalin hubungan dan bekerja sama dengan lebih baik, serta meningkatkan prestasi akademik, Kids.

“Melalui Cerebrofort kami ingin mengajak keluarga Indonesia menjadi orangtua yang cerdas, untuk membentuk anak-anak yang memiliki kepedulian, keberanian, kreativitas dan kesehatan sejak usia dini,” tutup Bapak Johan Leo, Head of Vitamin  PT Kalbe Farma Tbk.

Nah, jangan lantas rendah diri kalau nilai rapor-mu mungkin biasa-biasa saja, ya, Kids. Itu bukan berarti kalau kamu tidak cerdas, kok. Mungkin kecerdasan-mu terletak di bidang lain, dan kamu tetap pantas disebut sebagai anak cerdas. (Foto: Efa)

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *