Seperti biasa, Ama si kucing besar berwarna oranye, memulai harinya dengan duduk menikmati sinar matahari di beranda. Tiba-tiba Uma, kucing belang tiga yang lebih muda dari Ama, melompat dari atap dan menghampiri Ama.

“Aku punya kabar jelek!” kata Uma.

“Aku sudah mendengar kabar itu. Gina akan membeli seekor anjing karena dia sudah bosan dengan kita kan?” kata Ama pada Uma.

Gina adalah majikan mereka. Karena terlalu dimanja, Gina memiliki sifat tidak baik. Dia selalu ingin mainan atau hewan peliharaan baru. Tetapi, kalau sudah bosan, dia akan membuangnya.

Gina kemudian membeli anjing baru yang bernama Bleki. Seperti yang telah diduga oleh Ama dan Uma, Gina tidak pernah bermain lagi dengan mereka. Bleki si anjing hitam itu sangat sombong, selalu mengejek Ama dan Uma.

“Kucing sama sekali tidak berguna, mereka hanya bagus untuk menangkap tikus. Pencuri takut dengan anjing!” Bleki selalu mengatakan ini berulang-ulang di depan Ama dan Uma.

Pada suatu malam, Ama mendengar suara. Uma yang sedang tidur pun terbangun. Betapa terkejutnya mereka karena ada orang yang tidak dikenal berusaha membuka pintu pagar rumah. “Pencuri!” bisik Ama dan Uma.

Cepat-cepat Ama naik ke meja makan dan menekan saklar lampu. Uma pun tak mau kalah, dia naik ke kursi ruang tamu dan berbuat hal yang sama seperti Ama. Tapi sayang, kaki Uma tidak sengaja menyenggol vas bunga. Uma memecahkan vas itu.

Si pencuri melihat lampu rumah yang menyala dan menjadi ketakutan. Dia mengira si pemilik terbangun. Pencuri itu pun menghentikan niatnya dan kabur. Tetapi sial, pak hansip rupanya sudah mencurigai. Si pencuri kemudian berhasil ditangkap!

Ama dan Uma memutuskan untuk pergi dari rumah Gina. Mereka takut orangtua Gina akan marah besar melihat vas bunga yang pecah itu. Sebelum pergi, Ama dan Uma berbicara pada Bleki.

Saat pencuri datang, Bleki sedang tertidur karena terlalu banyak makan. “Mau kemana kalian? Walaupun Uma memecahkan vas bunga, tetapi kalian juga berjasa karena telah mengusir pencuri. Sudah hak kalian tinggal disini!” kata Bleki. “Kami berbuat baik karena ingin berbuat baik, tidak ingin imbalan,” kata Ama. “Dan kau Bleki, jangan khawatir. Pasti Gina dan orangtuanya akan lebih menghargaimu karena mereka mengira kau yang membuat pencuri itu ketakutan!” sambung Uma sambil terkekeh.

Bleki hanya bisa menunduk malu dan sedih karena telah gagal menepati kata-katanya sendiri sebagai seekor anjing…

 

Cerita: Seruni    Ilustrasi: JFK

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *