Kamu mungkin pernah menjalani tes untuk mendeteksi apakah kamu terkena virus Covid-19 atau tidak. Ya, biasa disebut dengan tes PCR. PCR (Polymerase Chain Reaction) merupakan metode pemeriksaan virus SARS Co-2 dengan mendeteksi DNA virus.

You might have been tested to detect if you’re affected by the COVID-19 virus or not. Yes, it is usually called the PCR test. PCR (Polymerase Chain Reaction) is a SARS Co-2 virus testing method which detects the DNA of the virus.

Cara pemeriksaannya adalah dengan cara mengusap (swab) rongga nasofarings melalui lobang hidung dan atau orofarings yaitu melalui rongga mulut dengan menggunakan alat seperti kapas lidi khusus. Kalau kamu pernah menjalani tes PCR tersebut dimana mulut dan hidung kamu dimasukkan sebuah alat, tentunya merasa tidak nyaman, ya?

The test is done by swabbing the nasopharynx through the nostrils and or oropharynx through the mouth using a special swab tool. If you have done the PCR test, it must feel uncomfortable, right?

Nah, di negara Australia, mereka sengaja menciptakan alat pendeteksi virus Covid-19 khusus untuk anak-anak. Bentuknya sangat lucu, seperti kumis. Sehingga dengan demikian, anak-anak menjadi tidak takut lagi untuk menjalani tes Covid-19.

In Australia, they have created a COVID-19 test for kids. It looks so cute, like a mustache. That way, children won’t be scared to do these COVID-19 tests.

Perangkat tes Covid-19 yang diberi nama Rhinoswab Junior itu hadir dalam berbagai warna dan desain seperti kumis dan hidung kucing. Alat tersebut terlebih dahulu akan diuji coba di Rumah Sakit Anak Royal Melbourne, Australia selama beberapa minggu.  Tentunya juga harus melalui studi dengan mitra antara rumah sakit dan Institut Penelitian Anak.

The test kit named Rhinoswab Junior comes in many colors and designs, like mustache or kitty nose. It will be tested first at the Royal Melbourne Royal Hospital for several weeks, which of course involves a partnership between the hospital and the Children’s Research Institute.

Dalam menggunakannya, perangkat tersebut hanya digunakan di hidung. Jadi, tidak harus sampai masuk ke dalam sekali seperti halnya pada tes PCR yang harus mengambil sampel usap dari dalam di bagian belakang tenggorokan dan hidung.

The usage of this swab tool is only through the nose. Plus, it doesn’t have to reach too far like a regular PCR test does.

Dokter anak Shidan Tosif mengatakan, metode pengujian baru ini untuk mengubah pengalaman yang tidak menyenangkan menjadi proses yang menyenangkan. “Kita perlu beradaptasi dengan kebutuhan yang semakin meningkat dan membuat alternatif alat yang tidak menakutkan untuk anak-anak. Seperti kita ketahui, dengan bermunculannya varian baru, tidak hanya orang dewasa, anak-anak pun akan dikenakan berbagai tes,” ucap dr. Tosif.

Pediatrician Dr Shidan Tosif says the new testing method will change the unpleasant experience of being tested into a fun process. “We need to adapt with the growing demands and make other alternatives that are not scary for children. As we know, with all the new variants, not only adults, children are also being tested,” he mentions.

Uji coba alat ini dilakukan setelah mendengar hampir 75 persen orangtua sangat khawatir terhadap tes PCR standar yang bisa membuat anak-anak stres, menyakitkan atau tidak nyaman. Oleh karena itu, rencananya, sekitar 250 anak berusia 4 hingga 18 tahun, akan dilakukan uji coba perangkat baru tersebut selama enam minggu.

The trial run for this kit is done after hearing almost 75 percent of parents are worried about the standard PCR tests that hurt or make children uncomfortable and stressed out. That is why there will be 250 children aged 4 to 18 that will be tested using this new kit in six weeks.

Foto: Ist; Translator: Listya

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *