Hani sangat menyukai grup penyanyi Dua. Dua terdiri dari seorang pemain piano bernama Lisa dan seorang pemain biola bernama Magda. Lisa dan Magda juga bisa bernyanyi. Dan grup Dua juga menciptakan lagu-lagu mereka sendiri yang unik dan tidak biasa.

Mulanya, Hani mengira hanya dia yang menyukai Dua, tapi kemudian dia mencari informasi tentang Dua di internet dan menemukan media sosial yang jadi sarana berkumpulnya para penggemar Dua. “Wah, apa sih yang tidak ada di media sosial?” kata Hani bahagia. Hani langsung ikut jadi anggota Para Dua, nama grup penggemar Dua di media sosial itu.

Ternyata, teman sekolah Hani juga ada yang menyukai Dua. Namanya Elis, dan lucunya ketika di sekolah, Hani dan Elis tidak terlalu akrab, tapi sekarang mereka bisa akrab karena Dua! Elis tahu banyak tentang Dua karena kakaknya juga pernah menempuh pendidikan musik yang sama dengan  Lisa si pemain piano Dua. “Kak Lisa itu orangnya baik banget,” kata Elis. Elis sangat mengidolakan Lisa.

Suatu hari, Elis mengajak Hani menemui Lisa, dan memang benar, Lisa sangat baik dan tidak sombong. Dia bahkan mengarang lagu khusus untuk Hani! Hani mau tidak mau jadi mengidolakan Lisa juga.

Beberapa bulan kemudian, ada kejadian di Para Dua. Ada akun pribadi yang mengatakan kalau Lisa tidak berbakat, dan meniru karangan lagu penyanyi lain. Tentu saja para penggemar Lisa sangat marah, termasuk Hani dan Elis. Keesokan harinya, ada akun yang unik, namanya Akun Misterius, yang bergabung dengan Para Dua. Akun Misterius mengatakan kalau dia juga menyukai Lisa dan Dua, dan dia akan memberikan pelajaran kepada siapa pun yang menghina Lisa.

Mulanya, Hani dan Elis mengira Akun Misterius akan menyerang lewat kata-kata saja. Tapi ternyata tidak. Akun Misterius meng-upload foto di Para Dua. Foto itu adalah foto seorang anak perempuan yang terbaring di rumah sakit. “Dia yang menghina Lisa. Ini yang akan terjadi kalau ada yang berani menghina Dua,” kata Akun Misterius. “Hani! Akun Misterus yang menyebabkan anak ini sakit!” seru Elis panik. “Tenang dulu, Elis. Bisa saja dia berbohong,” kata Hani menenangkan Elis.

Seminggu kemudian, Akun Misterius menuliskan kalimat yang menyeramkan di Para Dua. “Tak jauh dari rumahku ada yang tidak suka dengan Dua, jadi dia kubuat celaka!” Yang lebih menyeramkan lagi, ternyata yang tidak suka dengan Dua adalah tetangga Hani. Dan Hani belum lama ini bertemu dengannya, dan melihat tangan kanannya diperban! Ini berarti Akun Misterius tinggal dekat rumah Hani! Hani ketakutan.

Ternyata, admin Para Dua memutuskan untuk menutup grup. Mereka juga ketakutan. Hani dan Elis menceritakan kejadian ini pada Lisa. Lisa tidak takut, dan mengatakan semua itu hanya kebetulan saja, dan Akun Misterius hanya ingin menakuti orang. “Itulah sisi buruk media sosial. Lebih baik kalau kalian tidak kecanduan, dan jangan pernah meniru Akun Misterius,” kata Lisa. Walaupun masih takut, setidaknya nasihat Lisa bisa menghibur Hani dan Elis.

 

 

 

 

 

 

Cerita: Seruni    Ilustrasi: Novi Chrisna

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *