Bagi Moms yang berdomisili di Jakarta, mungkin sering menghabiskan liburan di luar kota atau daerah pinggir Jakarta bersama keluarga. Alasan ketenangan menjadi salah satu pertimbangan utama. Tapi, sebenarnya melakukan wisata di daerah perkotaan atau istilah keren-nya pariwisata urban atau urban tourism, tak kalah mengasyikkan, lho!

Bisa jadi nih, Moms yang sudah lama bermukim di Jakarta, belum pernah melakukan hal satu ini: walking tour alias wisata jalan kaki. Cobain deh Moms, ajak pula si buah hati untuk ikut serta sekaligus wisata edukasi.

Nah, bertepatan dengan peringatan Hari Ibu pada hari Kamis, tanggal 22 Desember 2022, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta menginisiasi kegiatan “Special Urban Tourism Walking Tour Hari Ibu” di lokasi kawasan pariwisata urban.

Kegiatan walking tour ini meliputi 3 lokasi pariwisata urban di DKI Jakarta yakni Blok M, Pecinan Glodok dan Pantai Indah Kapuk sebagai aktivasi Enjoy Creative yang berkolaborasi dengan konten kreator ternama serta rekan media.

Untuk melakukan kegiatan walking tour ini, Disparekraf DKI Jakarta menggandeng Jakarta Good Guide (JGG) untuk memandu para peserta yang terdiri dari pelaku ekonomi kreatif, influencer, bloggers, awak media dan masyarakat  umum.

Para pemandu wisata dari Jakarta Good Guide melakukan briefing terlebih dulu, Taman Mataram, Kamis (22/12/22)

3 Kawasan Pariwisata Urban

Rute Kawasan Blok M yang dijelajahi di antaranya Taman Mataram, Masjid Al Azhar, Halte Integrasi CSW, M. Bloc Space, Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, yang dimulai pukul 15.30 WIB.

Sementara itu, rute Kawasan Pecinan Glodok yaitu Pantjoran Tea House, Wihara Darma Bakti, Gereja Santa Maria de Fatima, Toa Se Bio, Petak Enam, yang dimulai pukul 09.00 WIB.

Terakhir, rute Kawasan Pantai Indah Kapuk dimulai dari Pantjoran PIK dan Gerbang, Dewa Kekayaan (Cai Shen Ye), Dewa Pelindung Perdagangan (Guan di Koan Kong), Pagoda dan Dewi Kwan Im, yang dimulai pukul 15.30 WIB.

Taman Mataram

Just For Kids sendiri berkesempatan untuk bergabung dengan rombongan walking tour kawasan Blok M di Jakarta Selatan. Meskipun diawali dengan hujan deras dan sedikit mundur dari waktu yang  telah ditetapkan, agenda walking tour akhirnya berjalan lancar.

Setelah hujan reda, para peserta berkumpul di Taman Mataram. Rombongan kemudian dibagi atas beberapa kelompok yang disertai oleh seorang pemandu dari Jakarta Good Guide (JGG). Kak Arief dari JGG yang memandu kelompok yang diikuti Just For Kids, menjelaskan sekilas tentang asal muasal perayaan Hari Ibu di Indonesia.

Patung Yuri Gagarin bediri megah di Taman Mataram

Dikatakan Kak Arief, peringatan Hari Ibu di Indonesia berawal dari peristiwa sejarah pada 22-25 Desember 1928, yakni diselenggarakannya Kongres Perempuan Indonesia pertama kali di Yogyakarta. Nah, peristiwa itu dianggap sebagai tonggak sejarah kebangkitan perempuan Indonesia.

“Sebenarnya Hari Ibu awalnya dirayakan untuk mengapresiasi tokoh-tokoh pejuang perempuan di Indonesia, namun makin lama misinya berubah jadi sekaligus untuk menghargai perjuangan para ibu-ibu di dunia di manapun berada,” imbuhnya.

Selanjutnya, pemandu wisata tersebut menjelaskan sejarah Taman Mataram. Ternyata, taman wisata publik ini awalnya adalah pom bensin, lho! Tapi setelah diambil alih pengelolanya oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, tempat ini dikembalikan sebagai ruang terbuka hijau berupa taman kota yang dapat di manfaatkan oleh masyarakat beraktivitas, misalnya berolahraga, tempat anak-anak bermain, tempat istirahat, tempat edukasi, dan banyak lagi.

Menariknya, di Taman Mataram ini juga ada patung kosmonot Rusia Yuri Gagarin yang berdiri megah. Dijelaskan oleh Kak Arief, patung ini merupakan persembahan dari Pemerintah Federasi Rusia kepada Ibu Kota Jakarta dalam rangka hubungan bilateral Indonesia – Rusia ke 70 tahun sekaligus tanda persahabatan kota Jakarta – Moskow. Keren, ya!

Masjid Al Azhar Hingga M Bloc Space

Wisata jalan kaki kemudian berlanjut ke area Masjid Al Azhar yang terletak di Kompleks Sekolah Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Bangunan megah berwarna putih bersih ini didirikan atas prakarsa sejumlah tokoh Partai Masyumi, di atas tanah milik Yayasan Pesantren Islam (YPI) seluas 43.755 meter persegi.

Para peserta segera mengabadikan kemegahan masjid ini lewat gadget masing-masing, dan dilanjutkan dengan agenda berfoto bersama. Cekrek!

Kemegahan Masjid Agung Al Azhar

Selanjutnya, perjalanan dilanjutkan menuju Halte Integrasi CSW. Setelah menempuh beberapa menit, Just For Kids dan rombongan tiba di tempat ini. Jangan lupa ya Moms untuk menyiapkan kartu e-wallet agar bisa masuk ke dalam Halte Integrasi CSW.

Untuk Moms Ketahui, Halte Integrasi CSW ini diresmikan bertepatan dengan Hari Ibu, lho! Tepatnya tanggal 22 Desember 2021 lalu. Dinamakan integrasi karena menyediakan fasilitas Simpang Temu CSW-ASEAN yang mengintegrasikan stasiun MRT Jakarta dengan halte bus Transjakarta. Jadi, bagi masyarakat yang terbiasa melakukan mobilitas dengan transportasi publik, Halte Integrasi CSW ini sangat membantu untuk memudahkan.

Halte Integrasi CSW

Halte ini sangat megah dan nyaman. Desain interior sangat mengedukasi, di lantai 2 ada dinding yang memuat foto-foto tapak tilas Transjakarta dari masa-ke masa. Di sini pula, berderet kuliner yang terdiri dari aneka makanan dan minuman untuk mengisi perut para penumpang. Wah, keren, deh!

Setelah puas mengeksplorasi Halte Integrasi CSW, perjalanan dilanjutkan menuju Taman Literasi Martha Christina Tiahahu. Taman yang baru saja diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022, Anies Baswedan pada bulan September 2022 lalu ini, sangat cantik.

Taman Literasi Martha Christina Tiahahu (credit photo: IG @tamanliterasi.jkt)

Sesuai namanya, taman ini memudahkan pengunjung mengakses literasi melalui perpustakaan yang dilengkapi dengan pendingin ruangan. Wah, tunggu apalagi Moms, yuk ajak si kecil untuk menjelajah tempat ini!

Tak terasa, hari sudah semakin gelap. Perjalanan kemudian diakhiri dengan mengunjungi perhentian terakhir yakni Blok M Space. Dulunya, deretan bangunan bergaya vintage (zaman dulu) ini adalah rumah dinas Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri) yang terbengkalai dan usang. Maklum, sudah berdiri sejak tahun 1950-an.

Para peserta tetap semangat melakukan kegiatan wisata jalan kaki (walking tour) mengitari kawasan Blok M

Tapi dengan sentuhan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, sejak tahun 2019 M Bloc Space berubah menjadi ruang publik kreatif maupun lokasi wisata yang modern dan cantik bagi warga Jakarta ataupun wisatawan luar kota khususnya kawula muda.

Terdapat berbagai macam toko dan gerai yang menjual aneka produk lokal serta ragam kuliner menjadikan M Bloc Space sebagai tempat tongkrongan yang menyenangkan bagi kawula muda kreatif Jakarta.

“Semoga wisata urban yang memang sedang digalakkan oleh Disparekraf DKI Jakarta ini bisa membuat Jakarta menjadi pusat wisata urban,” imbuh Kak Arief mengakhiri walking tour saat bersantap malam di restoran Kala di Kalijaga, M Bloc Space, Kebayoran Baru Jakarta, Kamis (22/12/22).

Suasana M Block Space sore hari (credit photo: IG @mblocspace)

Galakkan Urban Tourism

Ya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan 10 persen dari 30 juta lebih atau 3 juta wisatawan domestik datang ke Ibu Kota per tahun. Target tersebut direncanakan tercapai melalui program wisata perkotaan (Urban Tourism) yang tengah dikembangkan di 5 wilayah kota administrasi.

Penetapan lokasi pariwisata urban ini pun sudah dikukuhkan melalui Keputusan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Beberapa lokasi pariwisata urban di antaranya Pasar Baru di Jakarta Pusat, Jatinegara di Jakarta Timur, Blok M di Jakarta Selatan, Pluit dan Pantai Indah Kapuk di Jakarta Utara.

Para peserta walking tour kawasan pariwisata urban Blok M dan pemandu wisata berfoto bersama

“Salah satu pilar pengembangan kawasan pariwisata urban di Provinsi DKI Jakarta adalah Enjoy Creative Jakarta. Ekonomi kreatif sebagai lokomotif ekonomi baru meninggalkan ekonomi ekstraktif yang mengandalkan sumber daya alam, sangatlah cocok untuk dikembangkan di Jakarta dan sudah saatnya Jakarta mendorong ekonomi kreatif serta mengembangkan dan menjadi penyedia platform sektor yang mengandalkan ide, pengetahuan, dan kreativitas,” ujar Bapak Gumilar Ekalaya, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif.

Dengan semakin disebar-luaskannya aktivasi Enjoy Creative Jakarta salah satunya melibatkan konten kreator, dapat membantu menggerakkan industri pariwisata urban dan industri kreatif Jakarta.

“Seperti diketahui, konten video atau foto yang diciptakan dan diunggah konten kreator di media sosial dapat menjadi sarana mempromosikan keindahan destinasi pariwisata Jakarta kepada khalayak yang lebih luas dan memengaruhi antusiasme masyarakat untuk berkunjung,” terang Lucky Wulandari, Sub Koordinator Akses Permodalan dan Pemasaran.

Bapak Andhika Permata, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menambahkan konten-konten yang dibagikan ke media sosial diharapkan menimbulkan efek domino dan menarik kedatangan para masyarakat untuk berwisata. “Harapannya, melalui kegiatan walking tour, semakin banyak orang yang dapat menikmati wisata urban di Jakarta,” tutupnya.

Wah, seru sekali wisata jalan kaki spesial hari Ibu bersama Disparekraf DKI Jakarta dan Jakarta Good Guide. Yuk, Moms, kita dukung Pariwisata Urban ini sepenuh hati!

Foto: Efa, Istimewa

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *