Jakarta, majalahjustforkids.com – Pertumbuhan Ekonomi Digital di Indonesia melesat dan membutuhkan 17 juta tenaga kerja terampil digital siap pakai hingga tahun 2030, dan kita masih ketinggalan jauh untuk dapat memenuhi jumlah permintaan sebanyak 600.000 tenaga kerja setiap tahunnya hingga 2030. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat sebanyak 21,4 persen menjadi 1,49 juta orang pada tahun 2023. Sedangkan, kebutuhan tenaga kerja di sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) diproyeksikan menjadi 1,74 juta orang pada tahun 2024. Namun, jumlah talenta TIK di tanah air masih jauh dari permintaan baik dari segi kualitas maupun segi kuantitas. Pada tahun 2020, Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memperkirakan hanya ada 430.000 lulusan TIK di Indonesia. Oleh karena itu, sebagai penyelenggara, kami percaya bahwa perlunya dilakukan berbagai inisiatif dan kerjasama dari berbagai pihak untuk menghasilkan lebih banyak pekerja IT yang memiliki kemampuan yang sama dengan pekerja IT dari negara lain.

Dalam sambutannya di acara Indonesia Tech Summit hari Sabtu lalu tanggal 10 Desember 2022, Bapak Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengatakan bahwa Indonesian Tech Summit 2022 kita jalankan hari ini, seiring dengan Revolusi industri 4.0 dan Society 5.0 industri ekonomi digital ini berkembang secara luar biasa dan kita harus siapkan generasi ke depan yang berjiwa mandiri, kreatif, adaptif, kolaboratif dan inovatif. Transformasi digital kita telah melahirkan sebuah ekosistem baru, yaitu ekosistem ekonomi digital dengan ciri khas sebagai besar aktifitas ekonomi yang dilakukan dalam sebuah perusahaan tersebut dilakukan dalam ranah digital diantara lainnya adalah: pemasaran, distribusi, pemesanan, transportasi, ecommerce dan lainnya. Kontribusi terbesarnya adalah dari transaksi ecommerce dengan total transaksi ecommerce mencapai 227,8 trilyun, meningkat 22,1 persen atau total 1,74 milyar transaksi. Oleh karena itu kita harus untuk terus mengasah diri kita sendiri melalui peningkatan keterampilan dan kompetensi yaitu upskilling, reskilling, dan newskilling. Newskilling dari adanya teknologi digital baru seperti, Artificial Intelegence (AI), Blockchain, Big Data dan Internet of thins (IoT), mari terus mendorong 3C (Inovasi, Adaptasi dan Kolaborasi) kita lengkapi dengan 3G (Gercep, Geber dan Gaspol) dan garap semua potensi online, kita dorong percepatan ekonomi terbuka lapangan usaha dan kerja, untuk menciptakan 1,1JT lapangan kerja tahun ini, dan 4JT lapangan kerja di tahun 2024.

Bapak Herdian Mohammad, Southeast Asia Director Practicum, menuturkan, “Kami berharap Indonesia dapat mewujudkan visinya untuk menghasilkan lebih banyak talenta di bidang IT pada tahun 2045 dan bersaing dengan negara lain di bidang informasi dan teknologi. Pada acara ini kami menggelar beragam topik hangat dan gencar dibicarakan terkait kemajuan digitalisasi dan transformasi industri di Indonesia, hingga bagaimana mempersiapkan ekosistem yang dapat menghasilkan lebih banyak pekerja IT yang dapat berkontribusi bagi kemajuan perusahaan swasta dan pemerintah Indonesia.”

Berdasarkan hal tersebut, Practicum menggelar Tech Summit 2022 untuk berdiskusi mengenai berbagai topik seputar transformasi digital, digitalisasi di Indonesia hingga penerapannya untuk menghasilkan 2 juta tenaga kerja IT Indonesia agar kedepannya dapat memajukan pengembangan revolusi digital di Indonesia.

Bapak Putra Nasution, Marketing Director Practicum Indonesia menyampaikan, “Bersamaan dengan diselenggarakan acara Tech Summit ini, Practicum Indonesia juga mengadakan penandatanganan MoU berisi upaya pemulihan ekonomi, kemajuan teknologi, peningkatan daya saing digital, serta mencapai visi SDM Indonesia cakap teknologi informasi di tahun 2025.” MoU ini merupakan bentuk kesepakatan untuk bekerja sama dan saling mendukung dalam mencetak 2 juta talenta IT profesional. Para partner yang menandatangani MoU ini termasuk:

  1. Hengki Sihombing, Direktur Operasi & Teknologi PMO Kartu Prakerja
  2. Raine Reinaldi Kepala Ekonomi & Komite Aset Digital KADIN
  3. Rahadian Rizki Kepala Data Analitik, Telkom Indonesia
  4. Herdian Mohammad, Southeast Asia Director Practicum
  5. Putra Nasution VP Marketing, Practicum Indonesia
  6. Sandy Kusuma, Wakil Ketua Umum APTIKNAS

Bersamaan dengan penandatanganan MoU ini, maka Practicum Indonesia juga memperkenalkan Angkatan Kerja Teknologi Indonesia Emas, yang dikenal juga sebagai program ANGKALIMA. Melalui program ini, seluruh pihak terkait berkomitmen untuk melahirkan 5 juta Data Specialist dan Software Engineers, sebagaimana untuk memajukan daya saing Indonesia di global.

Acara Tech Summit 2022 dilanjutkan dengan rangkaian diskusi panel. Pada diskusi panel pertama difokuskan mengenai Bagaimana transformasi digital berdampak kepada transisi karir di masa mendatang hingga membahas mengenai Kebutuhan Pekerja IT Indonesia Hampir mencapai hingga 2 Juta pada tahun 2025, panel diskusi ini akan diisi oleh beberapa narasumber diantaranya; Hengki Sihombing, Direktur Operasi & Teknologi PMO Kartu Prakerja; Raine Reinaldi, Kepala Ekonomi & Komite Aset Digital KADIN; dan Sandy Kusuma, Waketum APTIKNAS 2022-2027.

Diskusi panel selanjutnya berfokus kepada situasi saat ini yang dilakukan oleh banyak perusahaan yaitu pemutusan hubungan kerja, pembicaran mengenai keterampilan yang dapat dipelajari dengan cepat, serta keahlian dan keterampilan yang dibutuhkan oleh banyak industri saat ini. Diskusi panel ini diisi oleh Rahadian Rizki, Kepala Data Analitik Telkom Indonesia; Putra Nasution, VP Marketing Practicum Indonesia, serta Mohammad Fahreza SE., MBA dari Kampus Merdeka. Dilanjutkan dengan diskusi panel yang membahas mengenai solusi peningkatan skill yang agile melalui Tech Bootcamp yang diramaikan oleh sesi berbagi pengalaman dan pandangan dari para murid dan alumni Practicum Indonesia.

Pada diskusi panel di sesi penutup memfokuskan kepada kebutuhan pemerintah akan 17 juta pekerja cakap digital di tahun 2024. Pada diskusi ini akan diisi oleh beberapa pembicara termasuk, Sylvana Manaloe Head of HRGA, Emerhub, Hikmah Putri Human Resource Specialist at PMO Pre-Employment Cards, Ivan Noveanto Group Head of HR Operations, BRI Multifinance Indonesia, Ervinni Engwin Recruitment Supervisor, Anteraja – PT. Tri Adi Bersama Practicum, sebagai penyedia online course bereputasi global yang berpengalaman dalam menciptakan tenaga ahli berbasis data di dunia, memfokuskan pada program Online Bootcamp dengan basis Bahasa Indonesia yang ditujukan bagi siapa saja yang ingin mendapatkan pekerjaan yang lebih baik di masa mendatang serta membantu memotivasi pengalihan karir ke bidang teknologi.

Practicum telah berhasil membantu lebih dari 5.000 lulusan di Amerika Serikat dan beberapa negara bagian Eropa untuk memajukan karir mereka. Practicum juga telah berhasil menempatkan lulusannya di perusahaan teknologi ternama dunia termasuk diantaranya Google, Apple, Spotify, Microsoft, Tesla, Cisco, Nielsen serta masih banyak nama perusahaan besar lainnya. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh World Economic Forum yang melibatkan beberapa negara menjelaskan bahwa pekerjaan yang paling diminati untuk tahun 2021 semuanya dapat dilakukan dari jarak jauh, dan 84 persen pengusaha sudah berencana untuk memperluas kerja jarak jauh. “Inisiasi yang dilakukan ini sejalan dengan upaya Indonesia dalam pemulihan ekonomi, kemajuan teknologi, peningkatan daya saing digital, serta mencapai visi SDM Indonesia cakap teknologi di tahun 2025, Indonesia memerlukan setidaknya 2 juta tenaga profesional digital siap kerja. Untuk mewujudkan Indonesia Emas, Kami percaya bahwa semua pihak, termasuk Practicum Indonesia harus bekerja sama, berkolaborasi, dan saling mendukung dalam pengembangan dan pembangunan tenaga profesional digital yang dibutuhkan Indonesia untuk mencapai Indonesia Emas,” tutup Bapak Herdian.

(Foto : Ist)

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *