Gerakan Merries Senyumkan Lingkungan, Aksi Nyata Inovasi Untuk Peduli dari Kao Indonesia

Masalah pengelolaan sampah masih jadi persoalan besar di Indonesia. Di Jakarta sendiri, sedikitnya menghasilkan sebanyak 7500 ton sampah per hari. Wah!

Apa jadinya jika sampah-sampah tersebut dibiarkan menumpuk tanpa didaur ulang, tentu lama-lama, Jakarta akan tenggelam dengan sampah. Apalagi bila sampah itu berasal dari bahan yang susah diurai oleh tanah.

“Khusus Jakarta Barat menyumbangkan sekitar 1300 ton sampah setiap harinya. Ini menjadi keprihatinan tersendiri. Untuk itu, perlu adanya penanggulangan sampah sehingga lingkungan menjadi lebih baik,” ujar Bapak Rustam Effendi, Walikota Jakarta Barat.

Sebagai bentuk tanggung jawabnya, Kao Indonesia, perusahaan Consumer Goods yang berasal dari Jepang, melanjutkan insiatif aksi peduli lingkungan melalui salah satu merek unggulannya, popok bayi Merries, yang telah mereka lakukan sejak 2019 lalu.

“Tahun 2019 lalu, kami melakukan edukasi kepada masyarakat dalam membuang popok bayi bekas pakai dengan benar dan mengumpulkannya, untuk diolah Merries menjadi fiber dan oil,” terang Ibu Susilowati, VP Marketing, Kao Indonesia, saat ditemui pada acara “Merries Senyumkan Lingkungan – workshop & penyerahan pot sebagai hasil pengolahan popok” di Jakarta Barat.

(kiri – kanan) Inad Luciawaty, Istri Walikota Jakarta Barat sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Kota Administrasi Jakarta Barat; Rustam Effendi, Walikota Jakarta Barat; Masahide Nishida, Presiden Direktur, Kao Indonesia dan Susilowati, VP Marketing, Kao Indonesia pada acara media gathering “Merries Senyumkan Lingkungan” di kantor Walikota Jakarta Barat, Rabu (04/05)

Nah, di awal 2020 ini, Merries menampilkan bagaimana fiber yang telah dihasilkan dengan  teknologi hidrotermal dapat diolah kembali menjadi pot tanaman yang memiliki nilai tambah bagi posyandu untuk menghijaukan lingkungan sekitar posyandu. “Tahun lalu itu prosesnya baru setengah jalan, mengubah popok bekas jadi fiber. Nah, dari fiber tadi, kita lanjutkan dengan mengolah lagi menjadi pot tanaman. Pot tanaman ini kita kembalikan lagi ke posyandu-posyandu yang telah berpartisipasi dalam gerakan Merries Senyumkan Lingkungan,” katanya.

Hingga saat ini, Merries telah melibatkan sebanyak 28 posyandu di wilayah Jakarta Barat dalam mengumpulkan sampah popok bayi bekas. Di tahun 2020 ini, menurut Ibu Susilowati, mereka menargetkan mengumpulkan setidaknya 12 ton sampah popok bayi bekas.

Popok bayi bekas, ditambahkan oleh Ibu Inad Luciawaty, Istri Walikota Jakarta Barat sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Kota Administrasi Jakarta Barat, masih menjadi salah satu penyumbang sampah terbesar.

“Pospak (popok sekali pakai) sudah menjadi bagian dari keluarga yang memiliki bayi dan balita. Namun sayangnya, masih banyak keluarga atau ibu-ibu yang belum paham bagaimana memisahkan atau membuang sampah popok bayi bekas dengan benar. Bahkan, masih ada masyarakat yang membuang sampah langsung ke sungai-sungai,” sesalnya.

Inisiasi yang dilakukan oleh Merries dalam mengumpulkan sampah popok bayi, lalu mengubahnya menjadi fiber dan pot tanaman, merupakan bentuk komitmen Kao Indonesia. Selain menyediakan produk berkualitas untuk memenuhi kebutuhan konsumen, mereka terus menerus melakukan “Inovasi untuk Peduli” dengan menyediakan produk dan layanan yang didukung dengan teknologi humanis sebagai wujud kepedulian perusahaan untuk masyarakat dan lingkungan yang lebih berkelanjutan.

“Kami berharap, lewat kegiatan ini bisa memberikan kesadaran dan pemahaman bagi masyarakat untuk mau melakukan aksi nyata sebagai bentuk kepedulian lingkungan,” tutup Ibu Susilowati.

 

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *