Di masa depan, ketika teknologi sudah luar biasa maju, Bumi jadi terlalu panas. Es di kutub sudah mencair sehingga mengakibatkan permukaan air laut naik, dan banyak daratan yang terendam air. Mengakibatkan lahan hidup manusia berkurang. Oksigen menjadi sangat tipis. Bumi bukan tempat yang bisa dihuni lagi oleh manusia.

Akhirnya, para pemimpin negara yang tersisa, mengadakan perundingan untuk menyelamatkan kehidupan umat manusia. “Kita harus mencari planet baru untuk ditinggali, dan juga membuat pesawat luar angkasa yang bisa membawa kita semua ke planet yang baru. Kita harus meminta bantuan saudara kembar jenius, Aida dan Lidia,” kata para pemimpin itu.

Aida dan Lidia sebatang kara tapi mereka diberkahi kecerdasan yang luar biasa. Di usia muda, mereka sudah membuat berbagai macam penemuan di bidang pertanian dan astronomi yang menyelamatkan penduduk Bumi. Tapi sayang sekali hubungan mereka berdua tidak baik. Mereka selalu saja saling iri terhadap satu sama lain, dan sangat senang bertengkar! Aida dan Lidia yang tinggal di Panti Asuhan, selalu membuat sedih teman-teman mereka dan  Ibu Magda, Ibu kepala Panti  Asuhan.

Suatu hari, Ibu Magda memanggil Aida dan Lidia. “Kalian diminta untuk menemukan planet baru untuk ditinggali dan membuat pesawat luar angkasa sebagai alat transportasi untuk memindahkan manusia ke planet itu,” kata Ibu Magda. “Aku yang akan berhasil!” seru Aida. “Tidak, aku yang akan berhasil,” kata Lidia. Dan mereka berdua mulai bertengkar lagi. “Bagaimana kalian bisa menyelamatkan manusia jika begini?” keluh Ibu Magda. “Kami jenius, semua tugas mudah. Tapi menentukan siapa di antara kita yang terhebat, itu yang paling penting bagi kami!” seru Aida dan Lidia.  Saudara kembar itu lalu melanjutkan pertengkaran mereka.

Waktu berlalu dan planet baru berhasil ditemukan. Kali ini Aida yang lebih dulu berhasil. Lidia kesal mengetahui hal ini. “Aku pasti akan lebih dulu membuat pesawat luar angkasa yang hebat mengalahkan Aida!” serunya kesal. Tapi Aida tidak membiarkan Lidia sukses. Dia menyabotase pekerjaan Lidia. Dan dua saudara kembar itu bertengkar hebat. Akhirnya pekerjaan mereka terhambat, dan semua orang khawatir.

“Ibu Magda, apa yang harus kita lakukan untuk mendamaikan  Aida dan Lidia?” keluh teman-teman dua saudara kembar itu di Panti Asuhan.  “Aku punya rencana,” kata Ibu Magda. Ibu Magda menemui seorang profesor dan menunjukkan pesawat luar angkasa Lidia yang separuh jadi. “Bisakah Anda membuat pesawat ini berfungsi?” tanya Ibu Magda. “Bisa, tapi tidak akan sempurna seperti Nona Lidia,” jawab si profesor. “Tidak apa-apa, aku ingin Anda membantuku menjalankan rencana untuk membuat Aida dan Lidia menjadi akur,” jelas Ibu Magda.

Beberapa hari kemudian, terjadi sesuatu yang mengejutkan. Aida dan Lidia bergandengan tangan, dan berlari menemui Ibu Magda. “Ibu  Magda dimana Koka?!” tanya saudara kembar itu dengan wajah khawatir. Koka adalah burung kakak tua kesayangan Aida dan Lidia.  “Aku baru saja ingin memberi tahu kalian. Karena tak sabar dengan pertengkaran kalian, para pemimpin negara mengirimkan seorang profesor untuk menjalankan pesawat luar angkasa Lidia yang separuh jadi. Pesawat itu diuji coba dan Koka tidak sengaja ikut di dalam pesawat itu!”  kata Ibu Magda. “Oh, tidak!” seru saudara kembar itu bersamaan. “Lidia, ayo kita buat pesawat luar angkasa terhebat untuk membawa Koka kembali! Mulai sekarang, aku tidak akan iri padamu lagi!” kata Aida sambil  menggenggam tangan Lidia. “Aku juga begitu, Aida! Kita berdua sama-sama hebat!” ujar Lidia lalu memeluk saudara kembarnya.

Aida dan Lidia membuat pesawat luar angkasa yang canggih. Pesawat itu bisa mendeteksi keberadaan pesawat luar angkasa lain di mana pun juga di luar angkasa yang luas, dan dengan mudah mereka menemukan Koka. Mereka terkejut menemukan Koka dalam keadaan baik di dalam pesawat luar angkasa Lidia. Seakan-akan dia sudah dipersiapkan untuk pergi!

Akhirnya, Aida dan Lidia mengerti. Semua itu adalah tipuan Ibu Magda untuk membuat mereka akur. Tapi mereka tidak marah. “Koka dalam bahaya karena ulah kita! Maafkan kami, Koka! Mulai sekarang kita akan bekerja sama untuk melindungi semua penghuni Bumi!” kata Aida dan Lidia.

Begitulah, akhirnya manusia dapat berpindah ke planet lain dengan pesawat luar angkasa terhebat, yang dibuat dengan kerja sama dua saudara kembar yang dulunya saling benci satu sama lain karena iri.

 

 

Cerita: Seruni    Ilustrasi: Agung

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *