1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) atau disebut periode emas dimulai sejak bayi berada dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun. Dalam 1000 HPK, pentingnya orang tua, khususnya Ibu yang berperan dalam memberikan asah, asih dan asuh. Lalu, ditengah berbagai tantangan multi peran yang Ibu hadapi di masa ini, apa yang harus dipahami agar perjalanan 1000 HPK menjadi optimal? Nah, berikut adalah rangkuman Zwitsal 1000 Hari Pertama Si Kecil, yang menghadirkan tiga pilar melalui Asah, Asih dan Asuh sebagai pilar utama. Mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun, agar periode 1000 HPK menjadi lebih optimal.

  1. Tetap Olahraga Hamil Meski Mager. Seiring masa kehamilan, umumnya berat badan akan bertambah dan tubuh akan terasa menjadi lebih berat. Meskipun tidak disarankan untuk melakukan aktivitas berat, bukan berarti Ibu hamil tidak boleh berolahraga. Justru rajin berolahraga menjelang persalinan atau yang dikenal dengan prenatal workout, disarankan oleh dokter. Selain menjaga kesehatan tubuh, prenatal workout juga dapat memberikan bonding bersama Si Kecil sejak masih di dalam kandungan. Salah satu cara prenatal workout yang bisa dilakukan dengan mudah di rumah adalah menggunakan Gym Ball, yang memiliki segudang manfaat seperti memperbesar pinggul sehingga mengoptimalkan proses persalinan, membantu mengurangi sakit punggung dan membuat otot menjadi lebih rileks. Pada pilar Asah yang dihadirkan Zwitsal 1000 Hari Pertama Si Kecil, Ibu Salsabila Avinandita sebagai Certified Personal Trainer dan Pre & Post Natal Fitness berbagi tips untuk calon Ibu seputar prenatal workout. “Meskipun terlihat mudah, namun olahraga gym ball bagi ibu hamil tetap harus memperhatikan kondisi tubuh, makan terlebih dulu, jangan terlalu banyak minum, melakukan pemanasan kecil dan durasi workout tidak boleh lebih dari satu jam agar tidak cedera.” jelasnya.
  2. Memasak Bareng, Cara Ayah Bangun Bonding dengan Si Kecil. Bukan hanya Ibu yang punya peran utama mendidik dan mengasuh anak, Ayah pun juga berperan dalam 1000 HPK agar tumbuh kembang anak menjadi optimal. Salah satu cara yang dapat dilakukan Ayah adalah dengan kegiatan memasak bersama. Bukan hanya bonding yang terbentuk (asuh), namun daya kreativitas (asah) anak akan terbentuk selama proses menghias makanan, serta menumbuhkan rasa percaya diri anak lewat apresiasi hasil masakannya (asih). Dad Andrew White yang kerap membagikan momen erat dengan Jason, putra pertamanya melalui  Zwitsal 1000 Hari Pertama Si Kecil dalam pilar Asah, bercerita aktivitas apa yang biasa dilakukan bersama Si Kecil. “Hal yang paling indah adalah kedekatan anak dan orang tua. Meskipun memiliki banyak pekerjaan dan kesibukan, sebisa mungkin orang tua tetap harus meluangkan waktu dengan anak karena waktu cepat berlalu dan anak cepat bertumbuh dewasa. Kita dapat mencoba berbagai kegiatan berbeda agar anak tetap excited dan tidak bosan, salah satunya dengan kegiatan memasak. Selain mempererat bonding, momen seru ini juga dapat menanamkan rasa mandiri. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan mencari menu yang simple, ramah anak dan memasak menu yang anak sukai sehingga mereka senang melakukannya tanpa rasa beban,” ujar Dad Andrew.
  3. Stimulasi Sensorik dan Motorik. Banyak hal yang menentukan keberhasilan 1000 HPK, mulai dari nutrisi, stimulasi, dan tentunya bonding orang tua dan anak sejak masih dalam kandungan. Pada topik edukasi yang menjadi bagian pilar Asuh ini, dr. Miza Afrizal, BMedSc, SpA, MKes selaku Dokter Spesialis Anak dari Klinik Kecil menjelaskan, “Tidak hanya bermanfaat untuk tumbuh kembang, bonding yang kuat juga diperlukan bayi untuk membuatnya tenang saat menghadapi lingkungan baru di luar kandungan. Penting bagi Ibu untuk memenuhi kebutuhan dasar anak yaitu grow, love dan play untuk tumbuh kembang yang optimal.”
  4. Pentingnya Support System Pada Ibu dan Calon Ibu. Berbagai perubahan signifikan dialami oleh perempuan yang baru menjadi Ibu. Dari mulai perubahan secara fisik, waktu, hingga skala prioritas, semua didahulukan untuk anak dan keluarga. Sementara, Ibu juga butuh perhatian seperti dukungan untuk dirangkul, didengarkan dan diapresiasi. “Di masa ini, Ayah dapat menjadi support system utama bagi Ibu dengan bergiliran membagi waktu menjaga anak hingga hal sederhana seperti memberikan pujian pada Ibu. Tak hanya emotional support dan keterlibatan suami, tiga bulan pertama pasca-persalinan merupakan periode paling penting untuk memiliki support bersama, dan tetap menjaga bonding dengan anak agar tidak mengandalkan pengasuh atau orang tua,” terang psikolog Nadya Pramesrani dari Rumah Dandelion pada Zwitsal 1000 Hari Pertama Si Kecil dalam pilar Asuh. Selain peran Ayah, kerabat maupun teman-teman terdekat pun menjadi support system yang bisa menjadi dukungan terbesar bagi Ibu. Harumi Sudrajat yang dikenal sebagai salah satu digital content creator, setuju bahwa teman terdekat menjadi support system yang menemaninya dalam menjalani peran sebagai Ibu. “Saya tidak membayangkan jika tidak ada support system dari teman-teman terdekat. Dimana kami, para Ibu, bisa saling menguatkan, saling berbagi kasih dan saling mendukung. Penting bagi kami untuk bertukar informasi terkait momen-momen ‘challenging’ saat baru menjalani peran sebagai Ibu,” jelasnya.
  5. Sempatkan Self Healing. Pernahkah Mom mengalami penat, jenuh dan kurang me-time? Setiap Ibu pasti mengalami tantangan ini. Meski penuh tantangan, Ibu harus bisa menjalaninya dengan bahagia. Caranya bisa melalui metode self healing, agar tetap rileks dan happy dalam menjalani peran sebagai Ibu. Pentingnya memperhatikan aspek kesehatan mental bagi para Ibu agar terus bahagia menjalani perannya, menjadi hal krusial yang perlu Ibu ketahui dalam pilar Asih. Pelatih Kesehatan Mental, Raden Prisya, mengingatkan. “Self healing memungkinkan Ibu untuk berhenti sejenak dari segala rutinitasnya, sehingga bisa berinteraksi dengan diri sendiri dan berinteraksi dengan energi alam di sekitarnya. Self healing berguna untuk merawat ibu agar sehat, rileks, dan damai, memulihkan luka dan trauma pasca persalinan, memaksimalkan hormon cinta untuk bonding, serta melepaskan takut, khawatir, dan stres menghadapi masa parenting. Lakukan self healing praktis yang bisa dikerjakan secara mandiri setiap hari, agar Mom bisa merasa bahagia, apapun tantangannya yang dihadapi.”
  6. Joyful Bonding Moment. Zwitsal memahami bahwa bonding moment yang menyenangkan dengan Si Kecil selama 1000 hari pertama sangatlah penting. Maka, ada berbagai produk Zwitsal yang bisa Ayah dan Ibu gunakan dalam aspek asuh dan asih untuk sarana bonding dengan Si Kecil. Pada pilar Asih ini, pentingnya bagi keluarga untuk menciptakan dan menjaga suasana yang nyaman dan menyenangkan. Seperti Keluarga selebriti Dad Tarra Budiman dan Mom Gya Sadiqah punya cara menciptakan bonding bersama Si Kecil, Kalea Jada Agyra. “Sebenarnya ada banyak cara mudah untuk membangun bonding menyenangkan antara kami berdua dengan Kalea. Misalnya saat Mom Gya memandikan Kalea, yang bisa menciptakan momen berkualitas sekaligus penuh stimulasi sensori. Sedangkan saya pun tidak mau kalah dengan menciptakan momen berkualitas dengan memijat Kalea yang membuatnya merasa hangat dan nyaman dengan maksimal,” tutup Dad Tarra.

 

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *