Anak-anak generasi masa kini tumbuh besar dengan teknologi. Pemahaman akan rekam jejak digital atau digital footprint serta melatih mereka untuk menjadi lebih peka akan informasi yang mereka sebarkan atau dapatkan, menjadi sangatlah penting agar terhindar dari bahaya kejahatan cyber.

Mr. Lucian Teo, User Education and Outreach Manager, Trust & Safety, Google APAC mengatakan, “Kemajuan teknologi telah membuat hidup kita lebih mudah, dan kami percaya dalam bekerja sama dengan orangtua untuk membantu keluarga mengadopsi teknologi secara bijak dan aman. Perlindungan dan pengaturan telah dikembangkan dan integrasi ke dalam banyak produk kami untuk memungkinkan orangtua memilih pengalaman dan pengaturan yang tepat untuk keluarga mereka.”

Berikut 5 tips agar dapat merasakan dan menikmati penggunaan internet secara maksimal.

  1. Tetapkan aturan digital dengan Family Link. Family Link dapat membantu orangtua memahami dengan lebih baik perilaku anak saat menjelajahi internet, sekaligus membantu mengelola akun mereka dan perangkat yang kompatibel. Orangtua dapat menetapkan batas-batas yang sesuai kebutuhan keluarga dengan cara: mengawasi waktu penggunaan perangkat dan membatasi akses harian, memuaskan rasa ingin tahu anak dengan beragam aplikasi yang direkomendasikan para guru, mengunci perangkat anak dari jarak jauh, melihat aktivitas, melihat lokasi keberadaan anak, dan mengelola akun dan aplikasi yang mereka gunakan.
  2. Blokir situs dewasa di Google Search dengan filter SafeSearch. Setelan SafeSearch dirancang untuk memblokir gambar, video, dan situs dewasa dari hasil penelusuran Google Search untuk menghindari konten pornografi dan kekerasan. Tetapi, SafeSearch bukanlah alat yang sempurna, dan orangtua mungkin masih menemukan hasil penelusuran eksplisit. Jika demikian, orangtua dapat melaporkannya. Laporan dan masukan dapat membantu pihak google menyempurnakan SafeSearch agar lebih baik bagi semua orang.
  3. Temukan aktivitas untuk dinikmati bersama keluarga menggunakan Asisten Google. Asisten Google memiliki beragam aktivitas untuk menghibur keluarga – mulai dari memberikan saran permainan untuk dimainkan bersama keluarga, hingga permainan seperti tebak gambar. Saat ini ada lebih dari 50 permainan, aktivitas, dan cerita dalam program Assistant for Families. Setiap aktivitas ini telah ditinjau dan disetujui oleh tim Trust and Safety, supaya orangtua yakin bahwa permainan ini cocok untuk keluarga. Tak hanya itu, dengan menggunakan Family Link, orangtua bisa memblokir akses anak-anak agar tidak bisa melakukan transaksi keuangan, dan orangtua dapat menentukan apakah anak-anak diperbolehkan mengakses aplikasi pihak ketiga di Asisten atau tidak.
  4. Ciptakan tempat yang nyaman untuk keluarga di Google Play. Untuk membantu orangtua menentukan konten yang cocok bagi anak, baca ulasan dan cari ikon bintang keluarga di aplikasi atau game. Ikon bintang ini menandakan bahwa konten telah ditinjau dengan saksama, dan aplikasi atau game tersebut dikembangkan dengan mengutamakan anak-anak. Ikon bintang ini juga menampilkan rentang usia yang disarankan untuk konten tersebut. Periksalah rating konten untuk memahami tingkat kedewasaan suatu aplikasi dan mengatur filter berdasarkan rating tersebut guna menentukan aplikasi yang tepat bagi anak. Jika orangtua ingin mengetahui apakah suatu aplikasi berisi iklan, memiliki fitur pembelian dalam aplikasi, atau memerlukan izin perangkat, orangtua dapat memeriksa bagian informasi tambahan di halaman aplikasi tersebut di Play Store.
  5. Temukan dunia pembelajaran yang menyenangkan dengan YouTube Kids. Kami membuat YouTube Kids agar bisa menjadi ruang yang cocok bagi keluarga dan anak – anak di seluruh dunia untuk mengeksplorasi minatnya melalui konten video online. Kami juga memudahkan orangtua untuk menyeleksi pengalaman menonton konten yang menyenangkan dan cocok untuk keluarga melalui serangkaian kontrol orangtua seperti: video dan kanal pilihan untuk anak – anak tersedia di aplikasi, pasang timer untuk membatasi waktu anak menonton video, hanya perbolehkan anak menonton koleksi channel yang telah dipilihkan oleh penyedia konten pihak ketiga tepercaya atau oleh tim YouTube Kids, pantau dan ketahui video apa saja yang ditonton anak melalui fitur “Tonton lagi”, nonaktifkan fitur penelusuran agar anak hanya dapat menonton channel-channel yang telah diverifikasi oleh tim YouTube Kids, blokir video atau channel supaya tidak muncul di aplikasi yang dipakai oleh anak, tandai video agar ditinjau jika orangtua yakin bahwa video tersebut tidak boleh ditayangkan dalam aplikasi.

“Internet adalah platform kuat yang dapat digunakan dalam menyebarkan hal positif atau negatif. Berita baik (dan buruk) menyebar dengan cepat di internet, tanpa memikirkan anak-anak dan remaja yang mendapatkan berita tersebut. Inilah sebabnya, kita sebagai orangtua harus bisa menjadi teman yang membantu generasi penerus kita menjadi penjelajah dunia yang cerdas dan percaya diri dalam memanfaatkan internet sebaik-baiknya,” tutup Ibu Tari Sandjojo, Direktur Akademik Sekolah Cikal dan Co-Founder Yayasan Matahati.

 

 

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *