Memasuki periode pergantian musim, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang masih akan berlangsung hingga akhir Maret 2012. Cuaca tak menentu ini, menyebabkan anak-anak lebih rentan terhadap penyakit, seperti alergi, diare dan flu. Karenanya, bersamaan dengan situasi pandemi yang masih berlangsung, Moms harus memberi perhatian ekstra dalam menjaga kesehatan keluarga terutama si kecil.

“Dampak dari perubahan cuaca, termasuk cuaca ekstrem, memiliki konsekuensi bagi kesehatan kita. Anak-anak, lebih rentan terhadap risiko yang terkait dengan cuaca karena mereka umumnya menghabiskan lebih banyak waktu di luar untuk bermain, ditambah mereka memiliki metabolisme yang berbeda dari orang dewasa. Pada prinsipnya kesehatan anak dapat terus terjaga bila berada di lingkungan yang sehat juga. Oleh karenanya, untuk mempersiapkan dan menjaga ketahanan tubuh anak, hal terpenting yang dapat Moms lakukan adalah menerapkan kebiasaan-kebiasaan sehat di rumah, didukung dengan pemenuhan asupan nutrisi, termasuk memanfaatkan madu dan bahan-bahan alami lainnya,” ujar Bapak Weitarsa Hendarto, Senior Vice President Marketing & International Operations Combiphar.

Dijelaskan oleh dr. Carlinda Nekawaty, Medical Expert Combiphar, “Berbeda dengan orang dewasa, sistem kekebalan tubuh anak belum sempurna dan belum mengenal jutaan variabel penyebab penyakit seperti bakteri, kuman dan virus. Hal ini yang menyebabkan anak-anak memiliki kecenderungan terjangkit flu hingga 3 kali lebih sering dari orang dewasa. Meskipun demikian, tubuh anak akan secara alami beradaptasi seiring tumbuh kembang. Namun, dibutuhkan pula langkah-langkah khusus yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh, sekaligus menjaganya dari penyakit.”

5 langkah yang dapat Moms terapkan untuk menjaga agar anak terhindar dari serangan penyakit, utamanya selama perubahan cuaca ekstrem, yakni:

  1. Menjaga kebersihan. Sumber penyakit seperti virus penyebab flu dan diare, juga debu, asap serta bulu binatang sebagai penyebab alergi, dapat muncul dari kotoran yang menempel di tubuh anak maupun lingkungan sekitar. Membiasakan anak untuk menjaga kebersihan diri seperti mandi secara rutin, menggunting kuku, dan mencuci tangan menjadi langkah efektif. Menjaga kebersihan rumah dari debu dan kelembaban juga perlu dilakukan.
  2. Mengajak anak rutin berolahraga. Aktivitas fisik yang tinggi pada anak memberikan efek positif pada sistem kekebalan tubuh. Menemani anak untuk aktif bergerak juga memberikan manfaat lebih pada kesehatan orangtua.
  3. Memastikan anak tidur dengan cukup. Jam tidur anak dapat mempengaruhi metabolisme. Oleh sebab itu, anak usia 3 hingga 6 tahun perlu mencukupi jam tidur sebanyak 11-13 jam dan anak usia 6 hingga 12 tahun sebanyak 10 jam.
  4. Hindari anak dari orang lain yang sedang sakit. Virus dan bakteri mudah menular dari orang terdekat sekali pun, salah satunya melalui air liur. Tetesan lendir yang dikeluarkan melalui bersin atau batuk, dapat dengan mudah menginfeksi orang lain dalam jarak dekat, terutama jika berbagi makanan dan minuman.
  5. Penuhi kebutuhan mikronutrien. Kebutuhan mikronutrien yang cukup dapat membantu pembentukan sistem imunitas anak dan menjaga anak tetap dalam kondisi sehat. Seng, vitamin C, vitamin A, dan vitamin B kompleks merupakan nutrien yang memainkan peranan penting pada daya tahan tubuh anak.

Menurut dr. Carlinda, memenuhi kebutuhan nutrisi pada anak merupakan langkah dasar dan utama dalam membentuk benteng perlindungan tubuh yang baik. “Selain melalui konsumsi buah, sayur, daging dan kacang-kacangan, terdapat bahan-bahan alami dengan kandungan vitamin dan mineral yang dipercaya dapat menjaga kesehatan dan memelihara daya tahan tubuh anak. Di antaranya: madu, temulawak, kurma dan juga meniran. Di samping menjaga imunitas anak saat cuaca tidak menentu, nutrisi yang terdapat dalam asupan dapat berperan untuk memulihkan lebih cepat dan mencegah penyakit kembali menyerang tubuh.”

Berikut beberapa kandungan dan manfaat yang bisa diperoleh:

  • Madu. Kaya akan kandungan vitamin, zat besi dan seng sehingga mampu meningkatkan daya tahan tubuh dan memiliki demulcent effect yang dapat meredakan batuk.
  • Temulawak. Aktivitas antioksidan temulawak yang berasal dari kurkumin lebih tinggi dari vitamin C dan dapat meningkatkan respon imun tertentu dan juga membantu memperbaiki nafsu makan.
  • Kurma. Dapat memenuhi kebutuhan vitamin B kompleks seperti tiamin (B1), riboflavin (B2), niasin (B3), asam pantotenat (B5), piridoksin (B6), dan folat (B9), lebih tinggi dari buah-buahan seperti apel dan jeruk. Vitamin B memiliki manfaat mampu menjaga imunitas tubuh sekaligus menurunkan gejala alergi.
  • Phyllanthi (Meniran). Memiliki sifat imunomodulator yang mengaktifkan limfosit T dan B yang memainkan peran penting pada imunitas.

Seluruh bahan alam tersebut terdapat dalam Madurasa Fitkidz, multivitamin penunjang daya tahan tubuh anak yang bisa menjadi pilihan Moms. Diperkaya dengan kandungan lysine, EPA dan DHA, Madurasa Fitkidz juga mendukung pertumbuhan serta mengoptimalkan fungsi otak anak pada usia 2 sampai 12 tahun. Mengandung bahan alam, Madurasa Fitkidz dapat dikonsumsi secara teratur dengan takaran 1 kali 1 sendok makan untuk anak usia 1 hingga 6 tahun, dan 2 kali 1 sendok makan untuk anak usia 6 hingga 12 tahun. “Madurasa Fitkidz senantiasa mengutamakan kesehatan anak dengan bahan-bahan alami pilihan di dalamnya. Kami percaya, anak yang fit tak hanya membahagiakan, namun juga baik bagi tumbuh kembang si kecil. Mereka bisa dengan bebas mengeksplor diri dan lingkungannya dengan tetap sehat, tanpa takut sakit,” ujar Ibu Damayanti, Senior Brand Manager Combiphar.

(Ilustrator : JFK)

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *