Dalam rangka memperingati Hari Kemanusiaan Sedunia, organisasi non-profit yang fokus dalam upaya pencegahan stunting di Indonesia, 1000 Days Fund, menganugerahi Stunting Humanitarian Awards kepada Kepala​ Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo, Aktris dan Pegiat Sosial Andien Aisyah, Donna Agnesia, Dokter Spesialis Gizi Klinik Arti Indira, Roche Indonesia Access, Communications & Health System Value Strategy Chapter Lead Lucia Erniawati, Chief CSR Officer of Media Group Lisa Luhur serta Editor The Jakarta Post Marcel Thee.

“Selama pandemi COVID-19, lebih dari 80% upaya pemberantasan stunting di Indonesia tidak beroperasi secara optimal dikarenakan berbagai hambatan. Hal ini mengancam peningkatan angka stunting. Meski demikian, para penerima penghargaan Stunting Humanitarian Awards dari berbagai sektor ini tetap menunjukkan semangat dan dedikasi tinggi untuk bersinergi dalam upaya pencegahan stunting dalam bidang mereka masing-masing. Hal ini mendorong 1000 Days Fund untuk mengapresiasi semangat kemanusiaan tersebut melalui Stunting Humanitarian Awards ini,” ujar​Ketua Yayasan 1000 Days Fund, Ibu Jessica Arawinda.

1 dari 3 anak Indonesia masih mengalami stunting atau kondisi gagal tumbuh kembang anak di bawah dua tahun, yang menyebabkan anak kurang cerdas dan lebih rentan terhadap berbagai penyakit, rentan meninggalkan sekolah, sulit bersaing dalam mencari pekerjaan, dan kemudian rentan terjebak dalam lingkaran kemiskinan. “Stunting adalah isu kemanusiaan. Mencegah stunting berarti memberikan kesempatan awal kehidupan yang sama untuk semua anak dan membantu pemutusan rantai kemiskinan,” ujar Ibu Jessica.

Kepala BKKBN, Bapak Hasto Wardoyo​ mengemukakan bahwa pihaknya mengapresiasi berbagai inisiatif pencegahan stunting oleh berbagai pihak, “Awards ini menjadi penyemangat agar ke depannya, BKKBN bersama seluruh pihak yang terlibat dalam pencegahan stunting, termasuk 1000 Days Fund, bisa terus beriringan melakukan kampanye percepatan penanganan stunting melalui dua serangan: BKKBN melalui ‘serangan udara’ melalui promosi below, through and above dan 1000 days fund melalui ‘serangan darat’ langsung. Mari bersama kita terus dorong agar masyarakat luas bisa paham soal stunting, dan kata stunting tidak menjadi sesuatu yang terdengar asing, tetapi sesuatu yang dikenali dan dipahami bagaimana cara pencegahannya oleh semua orang.”

Hal sama diungkapkan oleh dr. Arti Indira, M.Gizi, Sp.GK. Prevalensi stunting di Indonesia, katanya, masih di atas standar yang ditetapkan oleh WHO yaitu melebihi 20 persen. Pandemi COVID-19 sejak awal tahun 2020 membuat kemungkinan jumlah anak stunting di Indonesia
semakin bertambah. Sehingga diprediksi target penurunan stunting hingga 14 persen sulit tercapai. Posyandu tidak lagi beroperasi dan tenaga kesehatan di Puskesmas juga tidak luput dari dampak COVID-19.

“Stunting Humanitarian 2021 dari @1000daysfund diberikan kepada beberapa orang figur yang membantu pencegahan stunting di Indonesia, termasuk saya. Saya sangat menghargai penghargaan ini dan berharap dapat konsisten terus sebagai dokter spesialis gizi klinik untuk memberikan edukasi dan tata laksana gizi dalam mengurangi prevalensi stunting di Indonesia. But, THE REAL HEROES adalah teman-teman dibalik @1000daysfund yang mencurahkan energi, pikiran, dana dan doa bagi pencegahan stunting di Indonesia. Semoga semakin banyak yang tergerak untuk membantu masalah stunting ini dan Indonesia akan bangkit dengan generasi yang sehat dan cerdas,” ujar dr. Arti Indira, M.Gizi, Sp.GK lewat beranda Instagram-nya.

Aktris cantik Donna Agnesia yang juga menerima penghargaan mengungkapkan bahwa niat awalnya hanya ingin membantu seorang sahabat dan rasa kepedulian terhadap anak-anak Indonesia yang membuatnya mendukung gerakan 1000 Days Fund dalam sosialisasi dan pencegahan stunting di beberapa daerah tanah air. “Ga pernah berharap peran kecil aku mendapat balasan apapun, namun
ternyata dalam rangka World Humanitarian Day @1000daysfund justru memberikan apresiasi berupa STUNTING HUMANITARIAN AWARD 2021 kepada beberapa figur yang membantu pencegahan stunting. Salah satunya adalah aku. I am humbly receive this award with honor and gratitude,” tulis Donna juga melalui beranda Instagram miliknya.

Sementara itu, penerima penghargaan dari​ Roche Indonesia, Ibu Lucia Erniawati menyampaikan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam upaya pemberantasan stunting. “Kami sangat senang bisa bekerja sama dengan 1000 Days Fund dalam misi memberantas stunting. Melalui Impact Stunting Center of Excellence (ISCE) yang kami bangun bersama, kami harap lebih banyak pelatihan dan inovasi yang bisa diimplementasikan untuk menekan angka stunting. Tim 1000 Days Fund telah melakukan banyak hal luar biasa untuk menyelamatkan generasi masa depan bangsa. Meski demikian, masih banyak yang harus dilakukan. Karena itu, saya ingin mengajak lebih banyak pemangku kepentingan untuk ikut berpartisipasi dalam upaya memberantas stunting, dengan aksi sekecil apapun, dan memberikan dampak positif untuk masa depan anak Indonesia.”

Sejak didirikan pada tahun 2018, 1000 Days Fund melakukan berbagai upaya untuk menciptakan, uji coba dan mengaplikasikan solusi inovatif, berbiaya efektif untuk mengakhiri stunting di Indonesia, salah satunya melalui pendistribusian poster tinggi badan yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi stunting pada anak dan memuat informasi dasar mengenai stunting dan langkah-langkah pencegahannya. ​

Bekerja sama dengan pemerintah lokal, BKKBN, serta perusahaan seperti Roche Indonesia, selama 3 tahun terakhir 1000 Days Fund berhasil mencegah 10,373 kasus stunting, mendistribusikan 76,866 poster tinggi badan di 25 pulau, dan melatih lebih dari 1,000 kader kesehatan, yang dengan pengetahuan dan pengalaman baru, bisa menyelamatkan nyawa dan meningkatkan kualitas hidup generasi masa depan.

Foto: Ist

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *