10 Hak Anak

Kids, tahukah kamu, sebagai anak kita juga punya hak, lho. Walau kita masih muda, hak-hak kita ini harus dihargai, dilindungi, dan dihormati oleh orang dewasa, termasuk pemerintah/negara.

Ada satu hari, tepatnya setiap tanggal 1 Juni, dunia memperingati Hari Anak Internasional. Walau begitu, banyak negara memiliki waktu sendiri untuk memperingati Hari Anak di negaranya. Contohnya, di Indonesia, Hari Anak diperingati setiap tanggal 23 Juli. Singapura memperingati pada 4 Oktober, sementara Malaysia pada 20 November, dan seterusnya.

Nah, penasaran kan apa saja hak-hak kita? Ada 10 hak anak menurut Konvensi Hak-hak Anak (KHA) oleh PBB pada tahun 1989. Anak yang dimaksud di sini adalah, siapapun yang belum mencapai usia 18 tahun. Lantas, hak-hak apa saja, ya?

Bermain

Sejak bayi, perilaku untuk bermain ini sudah muncul. Misalnya dalam bentuk memainkan tangan atau benda-benda di sekitarnya.

Selain menghibur, bermain merupakan sarana yang baik untuk mengembangkan fungsi kognitif, afektif, serta psikomotorik kita. Lewat bermain, kita bisa belajar banyak hal. Untuk itu, orangtua harus memberi kesempatan kepada kita untuk bermain sehingga mereka bisa tahu perkembangan kita. Bahkan, saat kita di sekolah, juga ada jam istirahat kan untuk kita bermain? Ya, bermain adalah hak anak yang harus dihargai, bukan diabaikan

Mendapatkan Pendidikan

Pendidikan adalah ilmu dan bekal bagi kita di masa depan, Kids. Tanpa pendidikan, kita akan tumbuh menjadi generasi yang bodoh. Kita bisa mendapatkan pendidikan di mana saja, di rumah, di sekolah, dan sebagainya. Semua anak, tanpa kecuali, berhak mendapatkan pendidikan yang layak.

Mendapatkan Perlindungan

Banyak anak-anak yang dilecehkan hak-nya. Mereka mendapat kekerasan fisik, di-bully, ditelantarkan, dimanfaatkan, dan sebagainya. Padahal, setiap anak berhak mendapat perlindungan, baik dari orangtua, maupun masyarakat. Kalau merasa dirugikan, kamu harus bersuara ya, Kids, untuk mendapatkan perlindungan.

 Mendapatkan Identitas

Jangankan manusia, binatang peliharaan saja kita beri nama, ya, Kids. Sejak kita lahir, kita berhak mempunyai nama, tanggal lahir, nama orangtua yang tercatat dalam akte kelahiran. Bahkan, kini anak memiliki kesempatan untuk memiliki KIA (Kartu Identitas Anak). Semua identitas ini membantu kita untuk mendapat hak pendidikan, kesehatan serta layanan-layanan hukum, sosial, ekonomi, hak waris, atau hak pilih selama kita hidup.

Mendapatkan Status Kebangsaan

Akte kelahiran juga memberikan kita status kebangsaan/ kewarganegaraan berikut hak-hak sebagai warga negara. Namun, jika orangtua kita berbeda kewarganegaraan, misalnya Ayah adalah warga negara Amerika dan Ibu dari Indonesia, maka kita berhak mendapatkan status kewarganegaraan ganda terbatas, hingga berusia 18 tahun. Di atas usia itu, kita harus memilih satu kewarganegaraan saja.

Mendapatkan Makanan

Untuk bertahan hidup, kita harus makan dan minum. Sejak lahir hingga usia 6 bulan, anak berhak mendapatkan ASI (Air Susu Ibu) dan berlanjut pada makanan padat. Seiring kita besar, orangtua wajib memberikan kita makanan yang bergizi seimbang agar kita tumbuh sehat dan cerdas.

Mendapatkan Akses Kesehatan

Tiap anak di seluruh dunia berhak mendapatkan akses dan pelayanan kesehatan. Misalnya, saat sakit, orangtua membawa kita berobat ke puskesmas atau rumah sakit, memberikan vaksin sesuai usia kita, mengajarkan cara hidup bersih dan sehat seperti mandi, mencuci tangan, menggosok gigi, dan sebagainya.

Mendapatkan Rekreasi

Kita berhak bersantai dan menghibur diri. Rekreasi tak melulu harus pergi ke tempat wisata, Kids. Orangtua bisa mengajak kita piknik di taman, menonton film, ke pantai, jalan-jalan ke pasar tradisional, dan sebagainya. Intinya, kita berhak mendapatkan pengalaman menyenangkan.

Mendapatkan Kesamaan

Setiap anak, apapun jenis kelaminnya, miskin atau kaya, tinggi atau pendek, apapun warna kulitnya, apapun sukunya, dari suku Jawa atau Papua, berhak mendapatkan perlakuan yang sama secara adil dalam segala hal. Termasuk semua hak-hak yang telah disebutkan di atas.

Berperan dalam Pembangunan

Sebagai generasi penerus bangsa, kita berhak mencoba profesi impian saat besar nanti, misalnya jadi tentara, pemadam kebakaran, dokter, pengusaha, dan sebagainya. Sejak sekarang pun, kita bisa berperan dengan langkah sederhana, seperti menjaga kebersihan lingkungan, memberi semangat kepada atlet Indonesia, dan sebagainya.

Ilustrasi: Agung / Just For Kids

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *